Kejahatan E-Commerce Di Indonesia

Kemajuan teknologi telah membawa perubahan dan pergeseran yang cepat dalam satu kehidupan tanpa batas apalagi dalam dunia bisnis. Perubahan-perubahan itu dapat terjadi dalam bidang pemasaran, pembayaran, pembelian, dan pemesanan. Perkembangan tersebut terjadi karena berbagai informasi dapat dengan mudah disajikan melalui hubungan jarak jauh dan dalam proses transaksi tidak harus dilakukan dengan bertatap muka, akan tetapi cukup melalui peralatan komputer dan telekomunikasi. Hal tersebut adalah salah satu cara dari produsen atau perusahaan untuk memperkenalkan barang atau produknya kepada masyarakat, karena bagi seorang pebisnis cara tersebut adalah peluang besar terhadap usahanya, oleh karena itu mereka menggunakan cara yang baru, yaitu E-Commerce.

E-Commerce adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, serta jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis dan sistem pengumpulan data otomatis.

Namun, disamping kemajuan teknologi yang semakin canggih tersebut, juga terlahir keresahan-keresahan baru dengan munculnya kejahatan yang canggih pula dalam bentuk cybercrime. Permasalhan tersebut akan muncul jika dilakukan tidak semestinya. Ada banyak macam kejahatan yang terjadi dalam dunia internet yang menimbulkan kerugian nyata pada banyak pihak, misalnya Hacking, Cracking, Degacking, Sniffing, Carding, Phising, Spaning, dan Scam.

Kemajuan dan juga ancaman dalam dunia bisnis online haruslah dipahami sejak dini, karena akan banyak berdampak pada kegiatan bisnis perusahaan. Pembahasan kali ini adalah bermaksud untuk mengetahui kejahatan-kejahatan atau ancaman-ancaman apa saja yang akan atau memungkinkan terjadi pada sebuah bisnis e-commerce. Hal-hal tersebut hendaklah diketahui oleh setiap stakeholder pada perusahaan agar mempermudah dan menjaga kesehatan perusahaan tersebut.

Untuk lebih lengkapnya, arikel dapat di-download disini.



Framework Arsitektur Enterprise (TOGAF & FEAF)

Arsitektur Enterprise adalah strategi atau perancangan yangg terstruktur pada sebuah organisasi yang digunakan untuk mendukung proses bisnis guna mencapai tujuan bisnis.

Framework Arsitektur Enterprise adalah kerangka atau alat bantu untuk membuat bahkan mengembangkan sebuah arsitektur enterprise. Gunanya untuk mengklasifikasikan informasi kompleks,

Adapun contoh framework arsitektur enterprise adalah TOGAF (The Open Group Architecture Technique) dan FEAF (Federal Enterprise Architecture Framework).

1. TOGAF

  • TOGAF adalah framework yang memberikan pendekatan komprehensif untuk merancang, merencanakan, melaksanakan dan mengelolah EA.
  • TOGAF digunakan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dan dalam perkembangannya TOGAF digunakan pada bidang perbankkan, industri, manufaktur dan pendidikan.
  • Menggunakan ADM (Architecture Development Method) yaitu metodologi yang terdiri dari beberapa tahapan untuk mengembangkan dan memelihara technical architecture dari organisasi.
  • ADM membentuk iteratif untuk keseluruhan proses antar dan tiap fase sehingga pada tiap iterasi diambil sebuah keputusan baru yang dapat menentukan luas cakupan enterprise, level kerincian, serta target waktu yang ingin dicapai.
  • Prinsip-prinsip untuk mengukur keberhasilan dari pengembangan EA, antara lain : prinsip enterprise, prinsip teknologi informasi dan prinsip arsitektur.
  • kelebihan dibanding framework lain adalah bersifat fleksibel dan open source.
Komponen TOGAF

Kategori EA menurut Open Group


Architecture Development Method (ADM)

2. FEAF
  • FEAF diperkenalkan oleh Federal CIO Council pada tahun 1999 untuk mengembangkan EA dalam berbagai Federal Agency atau sistem yang melewati batas multiple inter-agency.
  • FEAF menyediakan standar untuk mengembangkan dan mendokumentasikan deskripsi arsitektur pada area yang menjadi prioritas utama.
  • FEAF membagi arsitektur menjadi area bisnis, data aplikasi dan teknologi.
  • diperuntukkan sebagai reference point untuk memfasilitasi koordinasi yang efektif dan efisien dari proses bisnis yang umum, penyisipan teknologi, aliran informasi dan inventasi pada Federal Agencies.
  • FEAF menyediakan struktur untuk mengembangkan, memelihara, dan mengimplementasikan lingkungan operasional pada top-level dan mendukung implementasi dari sistem TI.
  • Menyediakan tipe arsitektur bentuk matrix 5 x 3.
  • Karakteristik FEAF :
  1. Merupakan EA Reference Model
  2. Standar yang dipakai oleh pemerintahan Amerika Serikat
  3. Menampilkan perspektif view yang menyeluruh
  4. Merupakan tool untuk perencanaan dan komunikasi.
Struktur Komponen pada FEAF

Matrix 5 x 3 FEAF



 Perbandingan Enterprise Architecture Framework



Refernsi :
http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/viewFile/1091/979
http://www.mikroskil.ac.id/ejurnal/index.php/jsm/article/viewFile/81/67

Dasar Pemahaman, Identifikasi Serangan dan Gangguan Serta Penanggulangan Keamanan Sistem Informasi

Dalam suatu sistem informasi, keamanan data sangatlah penting. Adanya pihak-pihak lain yang mengetahui kerahasiaan informasi akan membuat pemilik sistem mengalami ancaman. Oleh karena itu, perlu diketahui cara-cara untuk mencegah, mengatasi dan mengidentifikasi ancaman dan gangguan keamanan sistem informasi. 
Pada pembahasan kali ini kan disajikan beberapa hal tersebut dalam bentuk Knowledge Tree agar mudah dipahami oleh pembaca.


Penggunaan dan Pemanfaatan Customer Relationship Management (CRM) pada Manufaktur - Pertemuan 3 & 4

Sebuah perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur saat ini sudah semakin berkembang. Persaingan antar perusahaan semakin terasa. Oleh karena itu dibutuhkan strategi-strategi untuk mengembangkan bisnis masing-masing. Perkembangan bisnis sebagian besar dinilai dari tingkat kepuasan pelanggan atas produk dan jasa yang dipasarkan. Karena penilaian pelanggan adalah salah satu cara untuk menguji apakah produk atau jasa sukses dipasarkan atau tidak. Oleh karena itu, dibutuhkan cara tersendiri untuk mengelolah kebutuhan dan kepuasan pelanggan agar hubungan antar perusahaan dan pelanggan semakin membaik.
Pada kasus ini akan dibahas pengelolahan hubungan pelanggan (Customer Relationship Management (CRM)) pada PT Kalbe Farma. 

Customer Relationship Management (CRM) PT. Kalbe Farma

Pada PT. Kalbe Farma berusaha memberikan layanan yang bersifat personal sehingga dapat memberikan kepuasan yang tinggi pada pelanggannya, baik sebagai stakeholder maupun shareholder. Dari sini maka akan tercipta value chain  yang kuat antara PT. Kalbe Farma dengan customer.

CRM yang disediakan oleh PT. Kalbe Farma adalah dengan dibuatkannya website dan email untuk pelanggan (termasuk dokter yang bekerjasama). Dengan menggunakan fasilitas website dan email, pelanggan dapat dengan mudah untuk menghubungi pihak sales untuk kepentingan pembelian tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak. Dari sini pelanggan sudah dimudahkan untuk menjalin hubungan dengan PT. Kalbe Farma dengan biaya yang murah. Dari sisi sales  juga dapat mengotomatisasi proses penjualan  dengan sederhana.  Daftar pelanggan dapat disimpan secara otomatis dalam database dan memudahkan sales untuk mengaksesnya dalam waktu yang efisien.

CRM pada PT. Kalbe Farma ditekankan pada perubahan kebijakan dan prosedur yang didesain untuk meningkatkan sales dan customer retention di berbagai perusahaan. CRM ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi dokter mana yang proaktif dengan tenaga pemasarannya, mengkalkulasi pendapatan potensial yang diperoleh dari hubungan dengan para dokter tersebut, menjalin hubungan yang erat dengan para dokter yang merekomendasikan obatnya kepada pasien, meningkatkan pemasaran produk dan jasa yang dibeli oleh pelanggan sebelumnya dan informasi mengenai segmentasi pasar lainnya. 

Ada beberapa keuntungan lain dari penggunaan CRM pada PT. Kalbe Farma antara lain :
  • Mempercepat proses bisnis.
  • Memberikan kemudahan bagian sales, marketing, dan service personel dengan informasi pelanggan yang lebih lengkap dan baik. 
  • Membangun customer relationship. 
  • Mengurangi biaya operasional.
  • Otomatisasi proses penjualan oleh pihak sales.
  • Survey kinerja tim secara real time oleh pihak manajemen.

Implementasi Customer Relationship Management Secara Umum Pada Perusahaan Manufaktur

Untuk mengimplementasikan strategi CRM, setidaknya ada 3 faktor kunci, yaitu :
  • Orang-orang yang profesional.
  • Proses dan prosedur.
  • Sistem dan teknologi yang memadai.
Ada pun elemen-elemen yang setidaknya ada dalam penggunaan/implementasi CRM, antara lain :
  • Otomatisasi Pemasaran : Dalam hal ini berarti dapat dilakukan transaksi langsung antara konsumen  dengan produsen atau bisa juga pembayaran yang dilakukan tanpa langsung membawa uang cash.
  • Pusat Pelayanan (Call Center) : Berfungsi untuk mengetahui kebiasaan konsumen, menerima keluhan konsumen sehinggan data teraebut dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan produknya serta mengumpulkan customer history.
  • Penggudangan Data (Data Warehousing) : Fungsinya untuk menaikkan volume penjualan dengan menggunakan data-data yang tersimpan dalam satu sistem terpadu (gudang).
  • Pencarian Data dan Analisa Proses secara Online : Data yangg sudah terkumpul akan dipisah-pisah sesuai dengan kualifikasiya untuk selanjutnya akan disimpan dalam sistem yang dbisa diakses secara online, sehingga bila sewaktu-waktu data tersebut diperlukan dapat segeran diperoleh.
  • Pengambilan Keputusan dan Alat Pelaporan : Pengambilan dapat dilakukan jika langkah-langkah sebelumnya pada elemen yang lain sudah berjalan dengan baik, karena semua data yang diharapkan sudah cukup untuk digunakan dalam melakukan langkah selanjutnya.