Catatan 04 Februari 2012



Tiba-tiba saja menemukan sebuah catatan lama. Catatan sewaktu mencoba mencari nafkah di tengah ramainya ibu kota, Jakarta .


Setiap orang pasti mempunyai cerita dalam kehidupan disetiap harinya. Entah cerita itu patut diingat karena kejadian yg ada begitu mengesankan dan seolah tertanam dalam memori ingatan kita, ataukah hanya sebuah kejadian yg hanya kebetulan sehingga berlalu begitu saja.  Masing-masing orang mempunyai cara tersendiri untuk mengenang apa yg mereka alami. Begitu juga aku yang masih beranjak dewasa namun sudah banyak sekali pengalaman di luar sana yg aku dapat. Mungkin tak sebegitu banyak dibanding mereka-mereka yg lebih dulu menapaki jalan di luar, namun bagiku apa yg selama ini terjadi sudah cukup membuatku belajar hidup. 

Satu kejadian yg belum pernah aku alami sebelumnya, ditempat baruku yg masih beberapa bulan aku tempati. Yah tepat sekali, tgl 04 februari 2012. Waktu aku libur kerja, kegiatan yg harusnya dilakukan ya masih sama dengan beberapa bulan sebelumnya, bersih-bersih kamar kos, cuci-cuci baju, beli makan, nonton film kalo gak bosen, kalo gak ya melakukan apa yg bisa dilakukan. Sungguh aku merasakan kesepian ditengah keramaian orang. Tak ada yg kukenal selain teman-temanku yg sedihnya mereka tinggal lumayan jauh dari tempat tinggalku. 
Pagi itu aku merasakan dingin yg begitu menusuk, hingga akhirnya aku trus terbaring diatas tempat tidurku. Sambil menunggu penghuni kos yg lain selesai menggukanan kamar mandi. Sampai kurang lebih jam 9 aku bangun dan menguatkan diri untuk bersih-bersih kamar, mandi, dan merendam pakaian. Selesainya aku langsung pergi membeli makan yg letaknya lumayan jauh dari kos. Tiba disana aku langsung memesan makanan, dan tiba-tiba aku merasakan pusing yg begitu sulit dikendalikan. Aku buru-buru pulang, tapi dalam perjalanan aku pun gak kuat, semua terlihat gelap, tak kuat jalan, makanan yg kubawa pun aku tak mampu membawanya. Sebentar-sebentar aku berhenti karena kakiku sudah tak mampu lagi berjalan. Hingga aku sadar di depanku ada sebuah mobil yg hampir saja menabrakku. Tak ada seorangpun yg menolongku waktu itu. Ditengah panasnya jalan, aku terus saja berjalan tanpa berfikir, hanya perasaan yg terpakai saat itu. Setiba di kos, aku langsung masuk kamar dan aku gak tau lagi setelah itu. Yg aku inget tiba-tiba terdengar suara adzan dan telpon dari temanku. Aku sadar namun kondisiku masih begitu lemas. Ternyata hampir 2 jam aku terbaring tanpa sadarkan diri. Seharian keadaanku tak begitu enak, tidur susah, makan gak enak, aku apa sakit ???? Tapi apa yg bisa kulakukan waktu itu ? Hingga sore aku baru sadar aku masih punya teman yg mungkin masih bisa membantuku. Aku mencoba menghubungi diantara mereka. Mereka begitu baik, namun aku tak mau berobat karena aku rasa itu hanya sakit sesaat. Hingga malam itu pun salah satu diantara mereka menjengukku. Menanyakan keadaanku, menawarkan untuk menemaniku ke dokter. Namun aku berusaha menutupi semua kesedihan dan rasa sakitku, karena aku tau, dengan mereka didekatku itu sudah membuatku lebih baik.

Siapa lagi yg sekarang dekat denganku selain Engkau dan teman-temanku Ya Allah ???
Aku tau, ditempat yg begitu jauh disana banyak sekali mereka-mereka yg menyayangiku dan juga mengkhawatirkanku. Namun kaenyataannya mereka gak ada ketika aku membutuhkan. Tapi aku merasakan doa-doa yg mereka minta untukku. 

That's enough teman. Gambaran betapa mereka yg dekatlah yg akan mengerti keadaan kita. Ditengah keramaian bukanlan jaminan kita akan hidup beramai-ramai, tapi tergantung bagaimana kita mengerti mereka maka mereka akan mengerti kita.
Buat kalian yg sekarang masih nyaman dengan kehidupan kalian, jangan pernah menyesalinya sebelum kenyamanan itu benar-benar hilang dan kalian harus bertaruh dengan kebisingan disekitar kalian. But, don't be afraid to try it, because it can be experience for your life :)




0 komentar:

Posting Komentar