Penggunaan Database Manufaktur Untuk Menghasilkan Kegiatan CRM - Pertemuan 6 & 7


Manufaktur adalah proses merubah bahan baku menjadi produk, proses-proses tersebut meliputi perancangan produk, pembelian , pemasaran, mesin dan perkakas, manufacturing, penjualan, perancangan proses, production control, pengiriman material, support service, customer service, proses tersebut melibatkan berbagai sumber daya.
Dalam sebuah perusahaan manufaktur ada baiknya diterapkan sebuah sistem informasi manufaktur, yaitu suatu sistem berbasis komputer yang bekerja dalam hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung manajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan manufaktur produk perusahaan yang pada dasarnya tetap bertumpu pada input, proses dan output. Sebuah sistem informasi tentunya mempunyai storage sendiri untuk menampung data-data transaksional. Storage tersebut ada dalam bentuk database manufaktur. Data-data atau informasi tersebut dapat digambarkan dalam sebuah model sistem informasi manufaktur sebagai berikut.
Gambar 1. Model SI Manufaktur

Gambar tersebut menjelaskan bahwa inputan data  pada database manufaktur terdiri dari dua hal yaitu inputan internal dan eksternal. Data internal adalah data intern sistem keseluruhan yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi berguna yang meliputi data Sumber Daya Manusia (SDM), material, mesin, dan hal lainnya yang mendukung proses secara keseluruhan seperti transportasi, spesifikasi kualitas material, frekuensi perawatan, dan lain-lain.
Sedangkan data eksternal merupakan data yang berasalah dari luar perusahaan yang mendukuung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna untuk perhitungan cost dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses. Contohnya data pemasok, kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, dll.
Dalam sebuah perusahaan manufaktur tentunya hubungan baik dengan customer (supplier, operasional, konsumen) harus tetap dipertahankan. Salah satu cara mempertahankan adalah dengan menjaga keutuhan data customer dalam database manufaktur, agar sewaktu-waktu dibutuhkan tidak lagi memerlukan waktu yang lama. Untuk merekam segala aktivitas dan data customer juga diperlukan alur bisnis yang jelas dalam manufaktur, seperti tergambar pada gambar berikut.

Gambar 2. Alur Aktivitas dengan Database CRM

Dari gambar tersebut dapat dirancang sebuah CRM dari proses bisnis perusahaan dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan dan keinginan pelanggan, yaitu meliputi :
1.      Database Pelanggan
2.      Profil Setiap Pelanggan
3.      Analisa Profitabilitas Dari Tiap-Tiap Pelanggan
4.      Interaksi Dengan Pelanggan Yang Lebih Tertarget dan Customized
5.      Peran Software/Aplikasi CRM

Database manufatur terdiri dari berbagai macam table, adapun contoh desain database perusahaan manufaktur yang menerima dan mengerjakan produk sesuai dengan pesanan customer. Di sini dibutuhkan sistem informasi yang terintegrasi antar departemen serta dnegan customer dan supplier secara berkesinambungan, sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada customer dengan memberikan informasi yang secara real time. Bagian-bagian yang terdapat dalam perusahaan manufaktur tersebut adalah :
1.      Bagian pemasaran (marketing)
2.      Bagian PPIC (Production Planning and Inventory Control)
3.      Bagian Pembelian (Purchasing)
4.      Bagian Gudang (Warehouse)
5.      Bagian Financial
6.      Bagian Produksi
7.      Bagian Quality Control.

Kebutuhan-kebutuhan tersebut diatas dapat mendukung sistem CRM pada  sebuah manufaktur, yaitu untuk kebutuhan pelanggan internal maupun eksternal perusahaan.

REFERENSI



0 komentar:

Posting Komentar